Grup G Piala Dunia 2022, Timnas Brasil Dapat Terpeleset Oleh Licinnya Swiss, Serbia, Dan Kamerun

Grup G Piala Dunia 2022, Timnas Brasil Bisa Terpeleset oleh Licinnya Swiss, Serbia, dan Kamerun

Grup G Piala Dunia 2022, Timnas Brasil Bisa Terpeleset oleh Licinnya Swiss, Serbia, dan Kamerun

SatzanNews - Timnas Brasil menjadi favorit juara Grup G Piala Dunia 2022 Qatar yang berisikan timnas Brasil, Kamerun, Serbia, dan Swiss.

Baik itu Opta, atau nyaris semua perusahaan data lainnya, menilai bahwa Timnas Brasil akan mengungguli Piala Dunia 2022.

Namun, untuk melakukannya, Timnas Brasil mesti melalui Grup G yang rumit dengan potensi tergelincir alasannya yakni Timnas Swiss, Timnas Serbia, atau Timnas Kamerun.

Timnas Swiss menandakan sanggup mengalahkan raksasa sehabis menyingkirkan juara bertahan Prancis di Piala Eropa 2020, sebelum menenteng Spanyol ke langgar penalti di perempat final.

Timnas Serbia akan sama tangguhnya dengan beberapa pemain dalam penampilan terbaik memasuki turnamen.

Ditambah, Timnas Kamerun tidak sanggup dianggap enteng sehabis meraih semifinal di Piala Afrika 2021.

Melihat keempat tim di atas, tim manakah yang lebih mempunyai potensi lolos ke babak 16 besar? Timnas Brasil mesti hati-hati, selaku favorit mereka sanggup terpeleset oleh licinya Swiss, Serbia, dan Kamerun.

Timnas Brasil

Penyerang tim nasional sepak bola Brasil Neymar (tengah) dan rekan satu timnya menghadiri sesi latihan di Stadion Goyang di Goyang pada 27 Mei 2022, enam hari menjelang pertarungan sepak bola persahabatan antara Korea Selatan dan Brasil.
Penyerang tim nasional sepak bola Brasil Neymar (tengah) dan rekan satu timnya menghadiri sesi latihan di Stadion Goyang di Goyang pada 27 Mei 2022, enam hari menjelang pertarungan sepak bola persahabatan antara Korea Selatan dan Brasil. (Jung Yeon-je / AFP)

Pelatih: Tite
Pemain Bintang: Neymar
Performa Terbaik Bersejarah di Piala Dunia: Juara tahun 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002
Piala Dunia 2018: Perempat final

Akankah kampanye kualifikasi timnas Brasil yang mayoritas diterjemahkan menjadi keberhasilan di Piala Dunia?

Hanya ada satu opsi untuk Brasil: mengungguli semuanya.

Apa pun yang kurang akan dipandang selaku ketidakpuasan pahit, utamanya sehabis kalah di perempat final 2018, dan final Copa América 2021 dari rival sengit mereka, Argentina.

Brasil mempunyai duo yang tak terhentikan, yakni Fred dan Casemiro.

Duo ini sudah menjadi pasangan yang sesuai untuk Tite sepanjang kualifikasi.

Fred diberi keleluasaan untuk maju, dengan bek sayap (biasanya bek kanan) mendorong ke dalam di samping Casemiro untuk membentuk semacam trio lini tengah untuk santunan tambahan.

Tapi kedua pemain sudah melakukan pekerjaan dengan baik dalam bertahan melawan tim yang lebih menuntut, jadi ada banyak keleluasaan dan mereka akan menjadi kunci potensi Brasil untuk melaju jauh ke babak tata cara gugur.

Timnas Serbia

Gelandang Hellas Verona, Ivan Ilic, dikabarkan menjadi incaran Lazio dan AC Milan. Belakangan, pemain Timnas Serbia ini mempunyai potensi  ke AC Milan sehabis Lazio merubah rencana mereka di bursa transfer.
Ivan Ilic, akan menjadi satu di antara tulang punggung Timnas Serbia di PIala Dunia 2022. (tangkaplayar/sempremilan)

Pelatih: Dragan Stojković
Pemain Bintang: Aleksander Mitrovic
Penampilan Terbaik Bersejarah di Piala Dunia: Fase Grup pada tahun 2006, 2010 dan 2018
Piala Dunia 2018: Fase Grup

Bisakah timnas Serbia memasukkan semua skuad yang sebagian besar berbasis di Italia ini ke dalam penampilan babak tata cara gugur pertamanya sejak mendapatkan kemerdekaan?

Jika 2018 yakni cobaan praktik untuk Serbia, maka 2022 yakni cobaan sesungguhnya.

Pemain seumpama Sergej Milinkovic-Savic dan Nikola Milenkovic empat tahun lebih bijak dan walaupun ini yakni grup yang sulit, akan ada rasa kecewa bila Serbia tidak melaju ke Babak 16 alasannya yakni talenta menyerang dan pertahanan yang kokoh.

Ada impian tinggi juga untuk Milinkovic-Savic pada 2018 dan beliau gagal memenuhinya.

Namun, beliau memasuki Piala Dunia ini dalam penampilan yang hebat untuk Lazio sehingga beliau berada di posisi utama untuk memperbaiki beberapa kesalahan dari empat tahun lalu.

Selain itu. meski semua mata tertuju pada Aleksandar Mitrovic dari Fulham, tetapi tidak mudah mengabaikan bahwa ada Dusan Vlahovic yang ialah striker papan atas dalam dirinya sendiri.

Vlahovic mempunyai delapan gol dan tiga assist dalam 16 penampilan untuk Serbia, ditambah beliau masih mengurus enam gol untuk Juventus selama ekspresi dominan buruk untuk klubnya tersebut.

Timnas Swiss

Winger andalan Timnas Swiss, Xherdan Shaqiri
Winger andalan Timnas Swiss, Xherdan Shaqiri (instagram/shaqirixherdan)

Pelatih: Murat Yakin
Pemain Bintang: Granit Xhaka
Performa Terbaik Bersejarah di Piala Dunia: Perempat Final pada tahun 1934, 1938 dan 1954
Piala Dunia 2018: Babak 16 besar

Bisakah Swiss mengulangi penampilan Piala Eropa 2020 mereka dan meraih perempat final Piala Dunia pertama mereka sejak 1954?

Swiss perlahan-lahan berubah dari turnamen reguler menjadi nyaris terkunci untuk meraih babak tata cara gugur.

Setelah mengalahkan Prancis di Piala Eropa, para penggemar optimis bahwa kawasan di delapan besar sanggup dicapai di Qatar.

Pahlawan dalam langgar penalti vs Prancis akan menjadi krusial bagi keberhasilan Swiss dan beliau yakni Yann Sommer, yang sudah melaksanakan pemanasan.

Sommer menyelamatkan rata-rata 3,7 gol di Liga Jerman ekspresi dominan ini, yang artinya beliau setara dengan Manuel Neuer dari Bayern Muenchen.

Selain itu Swiss mempunyai Noah Okafor yang dilaporkan sudah menawan perhatian klub-klub paling besar Eropa sehabis mencetak tiga gol dalam enam pertarungan Liga Champions, ditambah tujuh gol dalam 14 pertarungan liga.

Breel Embolo mungkin menjadi starter di sekarang ini tetapi Okafor akan menjadi dinamo bagi tim.

Timnas Kamerun

Anggota staf tim nasional sepak bola Kamerun Indomitable Lions mengenakan kit One All Sports gres selama sesi training di stadion Ahmadou Ahidjo, di Yaounde pada 6 November 2022, menjelang Piala Dunia FIFA 2022.
Anggota staf tim nasional sepak bola Kamerun Indomitable Lions mengenakan kit One All Sports gres selama sesi training di stadion Ahmadou Ahidjo, di Yaounde pada 6 November 2022, menjelang Piala Dunia FIFA 2022. (Daniel Beloumou Olomo / AFP)

Pelatih: Rigobert Song
Pemain Bintang: Vincent Aboubakar
Performa Terbaik Sejarah di Piala Dunia: Perempat Final pada tahun 1990
Piala Dunia 2018: Tidak lolos kualifikasi

Akankah pemain bintang timnas Kamerun membimbing mereka lewat grup yang sulit?

Samuel Eto'o, presiden federasi sepak bola Kamerun, sudah meminta negaranya untuk meraih final Piala Dunia 2022.

Itu yakni beberapa ekspektasi tinggi dengan Kamerun ditarik ke salah satu grup terberat di turnamen ini.

Kamerun mempunyai Eric Maxim Choupo-Moting, pemain berusia 33 tahun yang sudah mengunci kawasan selaku starter di Bayern Muenchen dalam beberapa pekan terakhir untuk argumentasi yang bagus.

Choupo-Moting sudah mencetak 11 gol dalam 12 pertarungan terakhirnya, yang tidak sanggup tiba pada waktu yang lebih baik untuk Kamerun. (Lola June A Sinaga/SuperBall)

0 Komentar